SENI RUPA MODERN...sub materi kelas XII IPA & IPS

Rabu, 07 November 2012


Aliran seni rupa... Seni Rupa Modern (Seni Lukis)

1. Klasikisme (Classicisme)

Monalisa
Lukisan Klasikisme

Muncul pertama kali di negara Perancis pada abad ke-29 dan berkembang di negara sekitarnya seperti di negara Jerman dan Belanda. Disebut dengan klasik ini karena berorientasi pada kejayaan dan kemegahan gaya klasik Yunani-Romawi Kuno. Aliran ini sering lebih popular disebut “ISTANA CENTRIS”
Ciri-ciri aliran ini adalah :
- Penggambaran objek dibuat-buat
- Objek diperoleh dengan teknik dekoratif
- Kesan keseluruhan elok, indah (elegan), manis dan sopan.
Tokoh aliran ini adalah : Watten, Vigee Lebrun, Fragonard Marisot Boucher.


 2. Neo Klasikisme

Lukisan Neo Klasikisme
Artemisia

Aliran Neo Klasikisme adalah gerakan untuk mempertegas kembali (neo) kepada aliran klasikisme. Muncul system pendidikan bersifat akademis ditambah dengan Royal Academic” kian memperkokoh citra kesenian yang dipancangkan lewat kesenian Klasik.
Tokoh gerakan ini adalah : Jaques Louis David dan Jan Ingres.


 3. Romantisme

Lukisan Raden Saleh
Lukisan romantisme

Romantisme dapat dikelompokkan sebagai zaman kekacauan. Kelompok ini dianggap sebagai “pemberontak” karena mereka membuat karya yang penuh perasaan bahkan berlebihan. Karya seniman romantisme ini terkesan dinamis, berani, dan menggebu-gebu. Ekspresi jiwa mereka tidak hanya pada bentuk melainkan juga warna-warnanya yang menyala.
Tokoh aliran ini yang paling terkenal adalah Teodore Gericault (1791-1921), Eugene Delacroix (1798-1863). Jean Baptiste Camille Corot (1798-1875), Rousseau (1812-1967), dan Millet (1875)


 4. Realisme

Lukisan realisme
Balinese beauty karya Basuki Abdullah

Realisme atau ajaran yang selalu selalu bertolak dari kenyataan, dilandasi oleh perasaan tersinggung Gustave Courbert (1819-1877) dan kelompoknya lantaran tidak diberi kesempatan tampil untuk pameran hasil karyanya di galeri seni saat itu. Kemunculan realisme ini dapat dipahami, karena di Eropa saat itu system kerajaan dan kondisi kesenian yang feodalistik tengah memudar.

Lukisan Realisme
Kakak dan Adik karya Basuki Abdullah

Dulu rakyat jelata tidak bias menjadi objek gambar. Justru Courbert dengan berani menampilkan objek rakyat biasa yang serba kekurangan. Keberanian Coubert saat itu merefleksikan suasana kehidupan masyarakat di Eropa yang terkesan dan penuh goncangan.

5. Naturalisme
 Aliran ini berjalan dengan aliran sebelumnya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya lebih ditegaskan dengan perkembangan pemikiran social yang kembali mempelajari alam. Model lukisan yang keluar saat itu adalah lukisan “jendela terbuka”, artinya pemandangan yang tampak dari jendela.

Lukisan Naturalisme
Sejalan dengan perginya para pengembara Eropa mengelilingi dunia, kehidupan kesenian lebih terfokus dan merenungkan kenyataan-kenyataan alam. Dari sinilah kemudian aliran naturalisme muncul. Naturalisme sendiri berarti karya seni rupa yang memiliki sifat kebenaran fisik dari alam nyata.

6. Impresionisme 
 Impresionisme adalah aliran yang mengutamakan pemberian kesan atau pengaruh pada perasaan daripada kenyataan. Dengan perkataan menampakkan kilasan cahaya yang kuat.
Kemunculan aliran ini sebagai reaksi dari pelukis naturalistic yang hanya meniru alam. Pelukis aliran ini yang sangat terkenal adalah Claude Monet (1840 – 1926), Eduard Manet, Camille Pisaro dan Aguste Renoir.












7. Post Impresionisme
Aliran ini lebih tepat dipandang sebagai gerakan seni bersama yang dilakukan dalam waktu yang sama. Masa ini adalah sebagai tonggak dimulainya periode seni rupa modern di eropa yang pengaruhnya tersebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Empat tokoh terkemuka aliran ini adalah :
a. Vincent van Gogh (1853-1890) beraliran Ekspresionisme
b. Paul Gezanne (1839-1906) beraliran Kubistik
c. Paul Gaugin (1848-1903) beraliran Simbolisme
d. George Seurat (1859-1991) beraliran Pointilisme

Lukisan ekspresionisme
Starry Night karya Van Gogh
Aliran seni rupa modern adalah gerakan yang lebih menekankan kebebasan pada individu. Dalam aliran ini mementingkan eksperimen dalam berkesenian, agar kebebasan seniman dalam mengungkapkan gagasan berpijak pada hati nurani.

8. Pointilisme
 Adalah gerakan seni rupa yang tampak melukis dengan susunan titik-titik. Pemilihan titik ini akibat pengaruh cahaya yang dalam praktiknya cahaya tersebut memancar dengan lembut. Karena itu, pemilihan warnanya bersifat sekunder.
Tokoh utama aliran ini adalah George Seurat, Paul Signac.














9. Simbolisme  
Simbolisme merupakan gerakan seni rupa sebagai symbol. Garis, warna dan objek gambar adalah symbol dari gagasan penciptanya. Pelukis yang paling memahami symbol-simbol yang dibuat. Tokoh aliran ini adalah Paul Gauguin, Rousel dan William Blake.












10. Ekspresionisme

Adalah gerakan seni rupa modern yang mengutamakan pengungkapan perasaan-perasaan yang berkecamuk dalam batin. Sesuai dengan namanya seniman ekspresionisme memandang objek gambar berdasarkan getaran emosi. Tokoh aliran ini Vincent van Gogh, Emilde Nolde dan Karl Schmidt.
Van Gogh pelukis asal Belanda menjadi pelopor gerakan aliran ini. Dalam perjalanan hidupnya yang penuh kegagalan dan penderitaan batin yang bergayut dapat terekam dalam setiap karyanya. Lukissan yang berjudul “Potret Diri” (1887) dan “Starry Night” (Malam Penuh Bintang) sangat jelas menampakkan luapan emosi yang menyala-nyala.








11. Fauvisme
Gerakan seni rupa modern di Eropa yang mementingkan subjek pelukis telah berkembang pesat. Fauvisme semakin mempertegas pentingnya eksperimen.
Para pelukis Fauvisme mendasarkan konsep karyanya pada rasa cinta yang mendalam, sehingga bentuk apapun yang dilukisnya merupakan penyaluran rasa cinta. Aliran ini seolah-olah melukis dengan warna, garis dan bidang seenaknya. Tokoh aliran ini ialah Hendri Matiasse, Jan Sluyter dan Leo Gustel.











12. Kubisme  
Adalah gerakan seni rupa modern yang memandang objek gambar dapat dikembalikan pada objek dasar, yaitu kubus, silinder, bola, balok, segi tiga, kerucut dan sebagainya. Tokoh aliran ini adalah Paul Gezanne, George Braque, Juan Gris, Fernand Lerger, dan Pablo Picasso.
Aliran kubisme memiliki dua tahap perkembangan, yakni Kubisme Analitik adalah usaha menganalisa objek-objek gambar dengan ukuran geometris dan Kubisme Sintetik adalah usaha mengumpulkan atau mengintegrasikan bagian-bagian gambar yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan kembali sekalipun tidak harus selalu sama dengan sebelumnya.













13. Futurisme  
Gerakan aliran ini bermaksud memandang kehidupan sebagai sesuatu yang dinamis, bukan statis sebagaimana yang digambarkan oleh kaum kubistik.
Lukisan aliran ini berkisar tentang suasana dinamis seperti keramaian di pasar, pesta, arak-arakan. Tokoh aliran ini Carlo Carra dan Buido Saverini.











14. Abstraksionisme  
Aliran ini ada dua yaitu aliran Ekspresionisme Abstrak yang memandang bahwa ekspresi jiwa tidak bias dihubungkan sama sekali dengan objek apapun. Tokoh aliran ini adalah Wassily Kadinsky. Kedua aliran Abstraksionisme Geometris aliran ini lebih menonjolkan bidang yang diisi dengan warna dan dipilah-pilah dengan garis yang tegas. Tokoh aliran ini Piet Mondrian, Van der Leek dan Malevich.












15. Dadaisme  
Aliran dadaisme adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecenderungan menihilkan hokum-hukum keindahan yang ada sebagai protes terhadap situasi sosial yang tidak menentu di saat dan setelah Perang dunia I. Ciri-ciri utama aliran ini adalah paduan berbagai karya lukisan, patung, atau barang tertentu dengan menambah-nambah unsur rupa yang tak lazim sebagai protes kepada keadaan sekitarnya. Gaya ini pada awalnya didirikan oleh kelompok kabaret Voltaire tahun 1916 dengan mendirikan sebuah kelompok seni bernama ‘Dada’. Anggota kelompok anatara lain Hugo Ball, Hans Arp dan Marcel Duchamp. 
 

0 komentar :

Posting Komentar

guru seni rupa sma negeri 2 surakarta

AYO...BERKREASI !!

Diberdayakan oleh Blogger.