Faktor Pendukung Keunggulan Sekolah: Pimpinan Visioner

Rabu, 10 April 2013


Faktor Pendukung... Keunggulan Sekolah adalah Pimpinan Visioner


Dalam sistem pengelolaan, pekerjaan kepala sekolah adalah menggunakan intuisinya untuk menjaring masalah kecil-kedil  dari krisis  besar saat merealisasikan visi-misi ke dalam aksi dinamis perkembangan sekolah di tengah tantangan kehidupan.
Apakah sesungguhnya yang paling penting bagi kepala sekolah dalam menjabarkan visi-misi dalam pembelajaran. Jawabnya, memperhatikan aktivitas kecil-kecil yang relevan dengan visi misi dalam pelaksanaan pembelajaran di ruang belajar. Peristiwa kecil yang merefleksikan prilaku belajar dan mengajar yang diharapkan sehingga perlu diapresiasi atau dihargai.
Kepala sekolah di sekolah unggul menjabarkan visi-misi ke dalam berbagai indikator keberhasilan yang kecil-kecil dan terukur. Menyebarkan semangat untuk mewujudkannya sebagai bentuk keunggulan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Keberhasilan ditentukan pula dengan kecerdikannya memilih misi yang spesifik dan kreatif sehingga menyemangati warga sekolah berjuang untuk merealisasikannya sebagai inovasi atau pembaharuan yang membanggakan.
Keberhasilan kepala sekolah di sekolah unggul dapat menyuarakan visi-misi tidak hanya kepada guru, namun kepada orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya. Kejelasan visi-misi terefleksi pada berbagai indikator keunggulan yang memenuhi kepuasan dan kebanggaan siswa maupun orang tua. Apresiasi yang tinggi terhadap pemenuhan harapan sebanding dengan nilai pencitraan sekolah.
Pimpinan sekolah visioner, seperti yang dijelaskan Monica Patrick memiliki karakteristik berikut:

  1. Memiliki keunggulan berkomunikasi.
  2. Memiliki kharisma pribadi yang dihormati sehingga dapat menunmbuhkan loyalitas warga sekolah.
  3. Menjadi pengambil keputusan tertinggi di sekolah yang mampu mengembangkan partisipasi, mengarahkan, mengembangkan memotivasi dalam menghadapi setiap kesulitan tanpa kenal pernah putus asa untuk menemukan solusi terbaik.
  4. Berani ambil resiko; berani berspekulasi secara terukur, berinisiatif melakukan inovasi dengan perhitungan yang tepat dengan berani menanggung resiko kegagalan, memiliki langkah kreatif yang terukur untuk mengurangi resiko gagal.
  5. Perencana strategik, seperti pemain catur yang memperhitungkan resiko ke depan dari setiap langkah yang ditempuh. Memanfaatkan sumber daya internal dan eksternal untuk mencapai tujuan organisasi. Perencana strategik dapat merancang strategi dan menerapkan strategi untuk meraih keunggulan di masa depan.
Refleksi:
Memperhatikan perkembangan sekolah pada saat ini banyak sekolah yang belum berhasil mewujudkan keunggulannya karena kelemahan dalam memerankan kepemimpinan yang visioner:

  • Pengambilan keputusan  belum berbasis data yang akurat sehingga dapat meyakinkan warga sekolah bahwa setiap alternatif solusi telah diperhitungkan dengan cermat.
  • Keberanian mengambil resiko besar jika dampak dari keputusan berimplikasi terhadap resiko politis sehingga nilai profesionalisme kepala sekolah tidak berkembang.
  • Pengembangan sistem perencanaan stratejik sekolah menjadi terbatas dengan masa tugas kepala sekolah di satuan pendidikan tertentu tidak dapat diprediksi.
Kesimpulan:
Visi dan misi yang jelas, dapat dikomunikasikan, diejawantahkan dengan cerdas, penuh perhitungan, serta dilandasi dengan semangat juang dan berani ambil resiko merupakan karakteristik yang perlu kepala sekolah miliki dalam mewujudkan keunggulan sekolah.
Referensi:
http://smallbusiness.chron.com/characteristics-visionary-leadership 


....lalu,bagaimana dengan pemimpin di sekolah kita ?....
 

0 komentar :

Posting Komentar

guru seni rupa sma negeri 2 surakarta

Foto Saya
Tidak ada keajaiban dalam pekerjaanku Aku tidak berjalan di atas air Aku tidak membelah lautan Aku hanya mencintai anak-anak, Inilah ladang misiku, yaitu hati seorang anak Dimana pemikiran dan tindakan yang tak berkesudahan berawal Karena dalam hati ini melalui kata-kata dan perbuatan Aku menanam dan menyirami benih-benih yang kudus.. Aku hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka, Aku tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi aku bisa membangun generasi muda untuk masa depan. Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang, Tapi pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup. Dengan doa dan usaha kucoba Menggandeng tangan, Membuka pikiran. Menyentuh hati, Membentuk masa depan demi kebahagiaan yang hakiki.

AYO...BERKREASI !!

Diberdayakan oleh Blogger.